JAWA BARAT | Ketua Pengurus Wilayah (PW) Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Sumatera Selatan Hendri Sudirman, S.Pd.I., M.M., menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 PGMNI yang dirangkaikan dengan Sarasehan Nasional Guru Madrasah di Diva Convention Hall, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi bagi para pengurus PGMNI dari berbagai daerah untuk memperkuat sinergi dalam memajukan pendidikan madrasah dan meningkatkan kesejahteraan guru madrasah di Indonesia.
Acara dihadiri Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Menteri Agama RI, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Fesal Musaad, M.Pd., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Wakil Bupati Kuningan, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta para Ketua PW PGMNI dari seluruh Indonesia.
Bagi Hendri Sudirman, kehadiran dalam forum nasional ini merupakan kesempatan untuk mempererat koordinasi dengan Pengurus Besar PGMNI maupun jajaran Kementerian Agama dalam menyampaikan berbagai aspirasi guru madrasah, khususnya yang berasal dari Sumatera Selatan.
Dalam sesi sarasehan, Hendri menyampaikan harapan agar proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru madrasah dapat berjalan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, transparansi menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan rasa keadilan bagi para guru yang telah lama mengabdi.
“Harapan kami, proses pengangkatan PPPK bagi guru madrasah di Sumsel dapat berjalan secara transparan dan akuntabel sehingga seluruh guru memperoleh kesempatan yang sama sesuai ketentuan. PW PGMNI Sumatera Selatan juga siap mendukung dengan data yang valid agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik,” beber Hendri.
Selain isu PPPK, forum tersebut juga membahas pentingnya perluasan akses Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB PGMNI, H. Heri Purnama, organisasi terus berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperjuangkan kepentingan guru madrasah di seluruh Indonesia.
Peringatan Harlah ke-5 PGMNI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, mempererat sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah, serta mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang semakin berpihak kepada guru madrasah demi peningkatan mutu pendidikan nasional.
“PW PGMNI Sumsel terus berkomitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah. tidak ada perbedaan antara guru biasa dan guru madrasah, semua mengabdi dengan tulus untuk kecerdasan anak bangsa,” tutup Hendri. (*)













