JAMBI | Ramadan 1447 H menjadi momen penuh makna bagi sepuluh keluarga prasejahtera di Kota Jambi. Setelah bertahun-tahun bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangga maupun kerabat, mereka akhirnya menikmati listrik mandiri melalui Program Light Up The Dream yang digelar serentak secara nasional oleh PLN.
Di wilayah kerja PLN UP3 Jambi, salah satu penerima manfaat adalah Sri Martiningsih (42), warga Jalan Sunan Kalijaga RT 16, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru. Selama ini, Sri bersama suami dan empat anaknya belum memiliki sambungan listrik sendiri. Untuk kebutuhan penerangan dan aktivitas sehari-hari, mereka menumpang dari rumah orang tua yang berada di sebelah.
Dengan penghasilan keluarga sekitar Rp2,5 juta per bulan dari usaha kecil-kecilan dan pekerjaan suami sebagai tenaga honorer, baginya memiliki sambungan listrik mandiri bukan perkara mudah. Di sisi lain, kebutuhan listrik semakin penting, terutama untuk mendukung anak-anak belajar dan menunjang usaha keluarga.
Melalui Program Light Up The Dream, harapan itu akhirnya terwujud. Penyalaan listrik dilakukan langsung oleh tim PLN UP3 Jambi dalam suasana Ramadan yang hangat. Bagi Sri dan keluarga, listrik mandiri bukan sekadar soal penerangan, tetapi juga tentang rasa aman, nyaman, dan kemandirian.
Manager PLN UP3 Jambi, M. Burhanuddin Muflihul Hasan, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian nyata PLN kepada masyarakat prasejahtera, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Light Up The Dream bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi menghadirkan harapan. Kami ingin masyarakat yang membutuhkan bisa menikmati listrik secara mandiri, aman, dan legal. Dengan listrik yang layak, anak-anak bisa belajar lebih nyaman, dan usaha keluarga diharapkan dapat berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan penyambungan listrik ini bersumber dari donasi sukarela pegawai PLN UP3 Jambi. Dana yang dihimpun menjadi wujud solidaritas internal insan PLN untuk membantu masyarakat yang belum memiliki akses listrik mandiri.
Secara terpisah, General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam melistriki masyarakat prasejahtera di seluruh wilayah kerja, khususnya di momentum Ramadan.
“Ramadan mengajarkan kepedulian dan berbagi. Melalui Light Up The Dream, PLN ingin memastikan masyarakat prasejahtera dapat merasakan manfaat listrik yang aman dan andal. Kami tidak hanya menjaga keandalan pasokan selama Ramadan, tetapi juga memperluas akses agar semakin banyak keluarga bisa beribadah dan beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya.
Sri Martiningsih mengaku merasa bahagia saat listrik di rumahnya resmi menyala. “Selama ini kami menumpang dari orang tua. Alhamdulillah sekarang sudah punya listrik sendiri. Anak-anak bisa belajar lebih tenang, dan usaha kecil kami semoga bisa lebih maju. Terima kasih untuk PLN dan para pegawai yang sudah peduli,” tuturnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemerataan akses energi sekaligus mengurangi kemiskinan energi di tengah masyarakat. Penyalaan serentak yang dilakukan secara nasional menunjukkan konsistensi PLN menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)










